Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Thursday, July 19, 2007

Sat Gultor Amankan Indonesia Dari Aggresi


Untuk ukuran Indonesia, Kopassus jadi barometer pasukan khusus. Popularitas Korps Baret Merah sudah dirintis sejak pembentukan Kesatuan Komando Tentara dan Teritorium (Kesko TT) III pada 16 April 1952 berdasarkan instruksi Panglima TT III Kolonel Inf. Kawilarang. Pendidikan komando angkatan pertama diikuti 400 siswa dibuka 1 Juli 1952 di Batujajar. Komandan pertama merangkap instruktur utama dipercayakan kepada Mayor Idjon Djanbi.

Penyempurnaan organisasi terus dilakukan. Dari Kesko TT diubah jadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD, 1953), Resimen Pasukan Komando AD (RPKAD, 1955), Resimen Para Komando AD (RPKAD, 1959), Menparkoad (1962), Pusat Pasukan Khusus (Puspassus, 1966), Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha, 1971), dan Kopassus (1985).

Mengantisipasi maraknya tindakan pembajakan pesawat terbang era 1970/80-an, Kepala Badan Intelijen Strategis ABRI menetapkan lahirnya sebuah kesatuan baru setingkat detasemen di lingkungan Kopassandha. Pada 30 Juni 1982, muncullah Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut B. Panjaitan dengan wakil Kapten Inf. Prabowo Subianto. Kedua perwira sempat dikirim ke GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) Jerman untuk mendalami penanggulangan teror dan sekembalinya ke Tanah Air dipercaya menyeleksi dan melatih prajurit yang ditunjuk ke Den-81.

Keinginan mendirikan Den-81 sebenarnya tidak terlepas dari peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok, 31 Maret 1981. Nah, pasukan yang berhasil membebaskan Woyla inilah yang menjadi cikal bakal anggota Den-81, dan belakangan diganti lagi jadi Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor). Dari periode 1995­2001, Den-81 sempat dimekarkan jadi Grup 5 Antiteror (Grup 4 Sandi Yudha).

Secara organisatoris, Gultor langsung di bawah komando dan pengendalian Danjen Kopassus. Gultor saat ini dipimpin perwira menengah berpangkat kolonel. Proses rekrutmen prajurit Gultor dimulai sejak seorang prajurit selesai mengikuti pendidikan para dan komando di Batujajar. Dari sini, mereka akan ditempatkan di satuan tempur Grup 1 dan Grup 2, baik untuk orientasi atau mendapatkan pengalaman operasi.

Sekembalinya ke markas, prajurit tadi akan ditingkatkan kemampuannya untuk melihat kemungkinan promosi penugasan ke Satuan Sandi Yudha atau Satuan Antiteror. Untuk antiteror, pendidikan dilakukan di Satuan Latihan Sekolah Pertempuran Khusus Batujajar. Operasi terakhir terbilang sukses Den-81 yaitu saat pembebasan 26 sandera yang ditawan GPK Kelly Kwalik di Irian Jaya pada 15 Mei 1996. Namun Operasi Woyla masih menjadi satu-satunya operasi antiteror dalam skala besar yang dijalankan TNI hingga saat ini. Tidak jelas berapa jumlah prajurit Sat-81 Gultor saat ini. Dari segi persenjataan, Gultor diakui lebih mewah dari dua saudaranya.

Saturday, March 24, 2007

Amir Hamzah: Penyair Ulung

22 Mar 07 18:36 WIB
60 Tahun Wafatnya Raja Penyair
Tengku Amir Hamzah
Tanjungpura, WASPADA Online


"Biarlah Daku Tinggal Di Sini, Sentosa Diriku Di Sunyi Sepi
Tiada Berharap Tiada Berminta, Jauh Dunia Di Sisi Dewa..."
Begitulah untaian puisi yang tertera di salah satu batu nisan dari pusara Raja Penyair Pujangga Baru, Tengku Amir Hamzah di kompleks pemakaman samping Masjid Azizi Tanjungpura. Tengku Amir Hamzah salah satu Pahlawan Nasional itu telah tiada, beliau wafat dalam usia 35 tahun. Bupati Langkat, H. Syamsul Arifin, SE dalam acara mengenang 60 Tahun wafatnya Amir Hamzah yang berlangsung sederhana di samping Masjid Azizi Tanjungpura, Selasa (20/3), selain melakukan tabur bunga dan doa bersama juga membacakan beberapa sajak karya Raja Penyair tersebut di antaranya Datanglah Engkau Wahai Maut dan Ibunda, diwarnai dalam suasana haru.
"Jadikan peringatan ini sebagai momentum kembalinya gerak perjuangan generasi muda sebagai penerus bangsa," kata bupati mengawali sambutannya seraya menambahkan, belakangan ini masih ada anak bangsa yang tidak mengetahui sejarah kepahlawan bangsa. Kepedulian generasi muda memahami nilai-nilai perjuangan para pahlawan sudah mulai pupus dan itu akan mempengaruhi orientasi mereka dalam mengisi pembangunan saat ini. Karenanya perlu dilakukan reorientasi dengan memupuk kembali pemahaman tentang nilai-nilai dasar perjuangan para pahlawan yang murni dengan cita-cita luhur terbebas dari kolonialisme untuk pencerahan masyarakat secara keseluruhan, bukan untuk kepentingan pribadi yang sesaat dan golongan.

Turut memberi sambutan, Ketua DPRD Langkat, Syafruddin Basyir serta pembacaan riwayat singkat perjuangan Tengku Amir Hamzah disampaikan Drs. Zainal Arifin AKA. Hadir dalam acara itu, Wakil Bupati, Drs. H. A. Yunus Saragih, Ketua MUI Langkat, H. Saleh Hamid, Kabag Humas Pemkab Langkat, Drs. Iskandarsyah, para Veteran RI dan ratusan organisasi kepemudaan dan pelajar lainya.

Pahlawan Nasional
Tengku Amir Hamzah telah memberikan sumbangsih besar terhadap sastra melayu. Beliau merupakan tokoh pergerakan perlawanan barisan pejuang melawan penjajah semasa hidupnya. Amir Hamzah dilahirkan 28 Februari 1911, menduduki jabatan sebagai Kepala Pemerintahan RI untuk daerah Langkat yang ketika itu masih berkedudukan di Binjai.

Semasa Revolusi Sosial melanda Sumatera Timur, Amir Hamzah turut menjadi korban dan tewas menggenaskan pada 20 Maret 1946. Beberapa tahun berselang, sejak 10 November 1975, Tengku Amir Hamzah ditabalkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional. Hingga kini, selain pusaranya di Tanjungpura juga ada Monumen Pahlawan Nasional Amir Hamzah di kompleks perkantoran Pemkab Langkat di Stabat.

Simalungun

FANSUR

BARUS

 

Kotapinang

Kualuh

Bilah di Negeri Lama

Copyright © 2009 Fresh Themes Gallery | NdyTeeN. All Rights Reserved. Powered by Blogger and Distributed by Blogtemplate4u .